Dalam rangkaian kalimat itu aku merasakan dua hal, di sudut ingatan yang satu, aku membuat paragraf pengharapan bahwa tidak mudah lunglai adalah topik paling utama. Sebab pikiran dan gerak yang ada dalam keadaan sehat akan melahirkan banyak inspirasi dan usaha-usaha untuk bertahan.
Membentangkan sayap-sayap kesadaran lalu memerangi kecemasan demi kecemasan yang mencuri diri dari kesadaran. Bahwa tak pernah ada paripurna bernama kekekalan.
Disudut yang lain, aku melihat awan bergerak-gerak dengan kosong mata. Aku kehilangan esensi kata sebab kejenuhan bersembunyi di ketiak sayap-sayap pengharapanku itu. Mungkin tak hanya jenuh, tetapi juga sisa-sisa luka yang nampaknya sembuh, tetapi tak benar-benar ia meluruh..
Dengar, bayangkan, resapi, dan rasakan
